Penunjukan Politikus Golkar Ali Mochtar Ngabalin sebagai staf ahli utama Kepala Staf Kepresidenan oleh Presiden Jokowi menuai sorotan dari partai-partai oposisi. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai penunjukan Ngabalin memberikan gambaran pada publik bahwa orang nomor satu di Indonesia itu tak cukup kreatif.

“Publik justru melihat Pak Jokowi tidak kreatif karena menggunakan orang-orang yang dulu tidak bersamanya. Karena endorsement-nya kurang kuat,” kata Mardani kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (23/5).

Namun, PKS tetap mempersilakan Jokowi memilih siapapun untuk masuk Istana. Mardani menilai Jokowi memilih eks anggota timses Prabowo tersebut untuk membantu pemerintahan yang sering keteteran.

“Monggo saja Pak Mochtar atau yang lainnya mau bantu Pak Jokowi. Pemerintah memang sedang sangat keteteran sekarang. Komunikasi politik banyak blunder,” ujarnya.

Apapun keputusan yang diambil Jokowi, PKS tetap yakin gerakan ganti presiden di 2019 akan terwujud. “Tapi kami tetap yakin InsyaAllah #2019GantiPresiden tetap wujud kalau performaya masih jauh dari harapan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ngabalin mengungkapkan, ia diminta Jokowi untuk mengklarifikasi banyak isu yang salah dan berkembang di masyarakat.

“Mengklarifikasi penjelasan yang sebenarnya tentang pencapaian oleh pemerintah, kemudian paling tidak semua fitnah yang dituduhkan kepada Presiden dan pemerintah bisa kita meluruskan, menyampaikan berita yang benar di Istana,” ucap Ngabalin.

Ngabalin pernah menjadi anggota DPR dari PBB pada 2004-2009. Kemudian, pada 2010 Ngabalin pindah ke Golkar. Ngabalin, selain sebagai politikus juga dikenal sebagai mubalig.

Sumber:

https://m.kumparan.com/@kumparannews/pks-komunikasi-politik-banyak-blunder-monggo-ngabalin-bantu-jokowi?utm_medium=whatsapp&utm_source=ios&utm_campaign=Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *