Kultwit: Kita Butuh Industri Mobil dan Motor Nasional, Bukan Pabrik Perakitan.

1. Bismillah, seperti yg kita ketahui bersama, minggu lalu (6/9) Pak Jokowi meresmikan pabrik mobil Esemka di Boyolali. Sesuatu yg tentu positif jika pemerintah serius untuk menggarapnya. Terlebih geliat industri otomotif mempunyai peluang yg menjanjikan.

2. Menurut data BPS tahun 2017, di Indonesia saat ini terdapat 15,5 juta mobil penumpang; 2,5 juta mobil bis; 7,5 juta mobil barang; dan 113 juta sepeda motor. Total mobil dan motor 138 juta unit, yang berarti sekitar 51,3% dari jumlah penduduk Indonesia saat ini.

3. Dengan begitu besarnya pengguna mobil dan motor di Indonesia, sudah sepatutnya Indonesia memiliki Industri Mobil dan Motor Nasional untuk menyediakan kebutuhan mobil dan motor yg begitu besar di Indonesia. Agar uang rakyat Indonesia bisa semaksimal mungkin berputar kembali untuk rakyat, tidak dinikmati oleh perusahaan luar negeri.

4. Pada tanggal 19 September 2014, setelah terpilih sebagai Presiden RI 2014-2019 pada Pilpres 2019, Pak Jokowi berjanji akan membangkitkan industri mobil nasional. Namun selama 5 tahun setelah Pak Jokowi jadi Presiden, kita tidak melihat ada terwujudnya industri mobil nasional.

6. Kemudian pada tanggal 28 September 2018 yang lalu, pada saat kampanye Pilpres utk 5 tahun berikutnya lagi, Kyai Ma’ruf sebagai cawapresnya Pak Jokowi untuk periode II mengatakan bahwa: “Bulan Oktober nanti akan diluncurkan mobil nasional bernama Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran.”

7. Tapi ketika bulan Oktober 2018 yang lalu hingga 10 bulan kemudian belum tidak ada tanda2 akan diluncurkannya industri mobil nasional. Hingga minggu lalu tiba2 Pak Jokowi meluncurkan pabrik perakitan mobil Esemka “Bima” di Boyolali.

8. Tetapi kemudian dalam pernyataannya di media baik Pak Jokowi maupun Presdir PT SMK menyatakan bahwa perusahaan tsb bukan mobil nasional, melainkan hanya perusahaan swasta nasional yang memproduksi mobil nasional di Indonesia. Dari berbagai juga dapat kita lihat bahwa PT SMK ini hanya pabrik perakitan mobil saja, bukan perwujudan industri mobil nasional.

9. Dengan melihat besarnya pangsa pasar mobil dan motor Indonesia saat ini, dan janji kampanye yg pernah dilontarkan Pak Jokowi sejak mencalonkan diri jadi Presiden RI pada tahun 2014 yg lalu hingga periode 2 di tahun 2019 skrg, yang dibutuhkan bangsa kita saat ini adalah membangun industri mobil dan motor nasional, bukan sekedar pabrik perakitan mobil dan motor.

10. Ketika kita berbicara industri mobil dan motor nasional, maka kita berbicara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi mobil dan motor yang dikuasai oleh bangsa kita beserta mata rantai industri serta SDM terbaik dalam negeri yang menguasai proses industrialisasinya dari hulu ke hilir.

11. Saya memandang, lemahnya daya saing ekonomi nasional bangsa kita saat ini tidak terlepas dari permasalahan yang timbul oleh lemahnya sektor industri dan iptek. Termasuk industri mobil dan motor yang saat ini sudah menjadi kebutuhan mayoritas rakyat Indonesia.

12. Untuk membangun industri mobil dan motor nasional setidaknya ada 3 langkah strategis yang perlu dilakukan oleh Pak Jokowi selaku Presiden RI, agar industri mobil dan motor nasional ini benar2 terwujud dan mampu mewujudkan kemandirian sarana transportasi nasional.

13. PERTAMA, adalah membangun pusat litbang motor dan mobil nasional, yang mengintegrasikan penguasaan iptek mobil dan motor berkualitas dengan pembangunan industrinya, serta membuat roadmap jangka panjang. Penguasaan iptek ini menjadi syarat utama ketika Pemerintah sungguh2 ingin membangun industri mobil dan motor nasional yang tangguh.

14. KEDUA, adalah menyiapkan SDM, infrastruktur, dan ekosistem mata rantai industri mobil dan motor nasional ini dari hulu ke hilir. Saya menilai salah satu akar masalah lemahnya daya saing industri nasional kita saat ini adalah kandungan impor sangat tinggi bahan baku/antara industri kita.

15. Untuk itu pemerintah juga harus membangun industri penyangga sebagai penunjang dan pemasok bahan baku/antara dalam negeri serta jasa engineering untuk industri mobil dan nasional yang akan dibangun. Agar terbangun ketahanan mata rantai industri mobil dan motor nasional Indonesia yang kokoh.

16. KETIGA, menyiapkan aturan dan payung hukum yang melindungi dan menjamin terlaksananya peningkatan daya saing melalui proses upgrading secara terus menerus. Sekaligus memangkas aturan2 dan birokrasi yang menghambat tumbuhnya proses inovasi dan industrialisasi selama ini.

17. Dalam praktiknya, Pemerintah bisa mempelajari langkah2 yang dilakukan Pak Habibie dalam membangun industri pesawat terbang nusantara dahulu. Kalau untuk membangun industri pesawat terbang saja kita bisa (kalau tidak diminta IMF utk dimatikan), apalagi “hanya” industri mobil dan motor.

19. Langkah awal Pemerintah bisa memulai dengan serius membangun industri mobil dan motor listrik nasional. Mengapa industri mobil dan motor listrik? Karena selain ramah lingkungan, kita memiliki stok bahan baku yg melimpah.

20. Indonesia merupakan salah satu negara yg memiliki deposit nikel terbesar di dunia. Cocok utk baterai mobil listrik yg menggunakan nickel metal hydrate dengan kadar nikel lebih dari 70%.

21. Dengan bahan baku yg melimpah, produksi kendaraan listrik didalam negeri akan lebih murah krn kita bisa mengolah baterai kendaraan listrik secara mandiri. Kondisi tsb diharapkan mampu menekan produksi baterai mobil dgn harga yg terjangkau.

22. Sebagai penutup, saya berharap di periode kedua masa pemerintahannya nanti ini Pak Jokowi serius membangun industri mobil dan motor nasional, bukan sekedar meresmikan pabrik perakitan mobil/motor. Karena ini merupakan wacana dan janji yang sudah didengung-dengungkan sejak Pak Jokowi jadi Walikota Solo dulu.

23. Sekarang saatnya merealisasikannya dengan sungguh-sungguh sebagai Presiden RI di periode kedua, karena Pak Jokowi sebenarnya sudah tidak ada beban lagi utk lanjut ke periode selanjutnya. Kalau bukan di periode kedua ini, kapan lagi? Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s