Kultwit Menimbang Lockdown oleh @mardanialisera (24/3/20)


  1. Bismillah, beberapa waktu yg lalu pemerintah memutuskan lbh memilih opsi rapid test dibanding melakukan Lockdown. Baik secara keseluruhan maupun parsial. Saya tetap menyarankan lockdown parsial perlu diambil jika melihat fenomena yg berkembang di masyarakat kita. Ini cara paling akhir ketika semua cara kurang efektif. Semata utk mencegah korban yg makin byk #MenimbangLockdown
  2. Pertama, sampai saat ini kesadaran berbagai pihak msh kurang. Wacana social distancing dari pemerintah ke masyarakat tidak terlalu kuat karena hanya bersifat himbauan. Masyarakat msh menganggap sepele hal ini. #MenimbangLockdown
  3. Contoh kecil, msh byk pihak2 yg tdk mengindahkan imbauan pemerintah terkait Work from Home (WfH) utamanya perusahaan & gerai usaha kpd karyawan nya. Imbasnya ke penerapan social distancing yg blm maksimal. Seperti kmrn KRL tetap penuh seperti biasa. #MenimbangLockdown
  4. Beberapa ahli jg mengkhawatirkan penanganan Covid-19 di negeri ini. Tingkat kematian di Indonesia saat ini lbh tinggi daripada rata2 internasional (Asia Tenggara). Populasi yg amat besar dan diiringi dgn birokrasi yg efisien menjadi penyebabnya. #MenimbangLockdown
  5. Lbh baik terlambat daripada tdk sama sama sekali. Ungkapan ini menggambarkan keadaan negeri kita. Sebentar lg sudah mulai memasuki bulan Ramadhan. Pemerintah akan kewalahan mengingat byk masyarakat yg pulang ke kampung halaman. Penyebaran bisa massif. #MenimbangLockdown
  6. Saya melihat, paling utama saat ini membuat masyarakat utk stay di rumah. Tdk cukup hanya himbauan, perlu keputusan jelas seperti lockdown. Setelah itu rapid test & penyiapan rumah sakit. Mengapa? Jika orang sdh tertular, mereka msh bisa di rumah utk menyembuhkan diri & tdk menularkannya ke orang lain. #MenimbangLockdown
  7. Memang kebijakan lockdown cenderung tdk populer, tp utk saat ini tdk byk alternatif pilihan yg tersedia. Kita berlomba dgn waktu. Pemda pasti bersedia membantu Pusat demi kesehatan warganya. #MenimbangLockdown
  8. Benar kebijakan lockdown akan berdampak ke perekonomian, tp kita memiliki UU No 6 Tahun 2018 ttg Kekarantinaan Kesehatan (karantina wilayah) sebagai opsi yg bisa diambil. #MenimbangLockdown
  9. Pasal 55 menyebut kebutuhan hidup dasar masyarakat menjadi tanggung jwb pemerintah pusat. Persiapkan secara detail amanah UU ini. Berikan insentif khusus bagi sektor yg terkena imbasnya. Pada beberapa negara, aktivitas perekonomian msh bisa dilakukan. #MenimbangLockdown
  10. Artinya lockdown dpt dilakukan tanpa mengesampingkan kegiatan ekonomi. Lalu tentukan siapa saja yg dpt beraktivitas ketika masa lockdown ini diterapkan. Ada standar khusus jika terpaksa dilakukan seperti koordinasi penanganan Covid-19, mengenai stabilitas pangan & perkara darurat lainnya. #MenimbangLockdown
  11. Buat apa kita menciptakan UU tsb jika kita tdk bisa menjalankannya. Terlebih secara kriteria & kondisi sdh layak utk diterapkan. Disamping itu, pemerintah tetap melakukan tracking luas dari pasien yg sdh positif. Kriteria ODP jg perlu diperluas sampai ke semua orang yg melakukan kontak langsung dgn pasien positif Covid-19. #MenimbangLockdown
  12. Saya jg meminta kpd pemerintah utk trs mengumumkan pertambahan jumlah yg sakit & meninggal. Bukan ttg statistik, ini ttg kehidupan yg artinya bertambah anak yatim, ibu kehilangan anak, dst. Saat ini semua sdh #BergerakLawanCorona tp utk kemanusiaan & konstitusi, pak @jokowi pertimbangkanlah opsi Lockdown. #MenimbangLockdown

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s