Kultwit Tolak OmnibusLaw oleh @mardanialisera (8/4/20)

  1. Bismillah, beberapa waktu yg lalu, RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) secara resmi masuk ke Baleg DPR setelah sblm nya menerima Surat Presiden (surpres). Saya tegas menolak hal tsb krn byk substansi dan paradigma yg salah. Terlebih kondisi negeri kita seperti saat ini. #TolakOmnibusLaw
  2. Tidak etis ditengah wabah Covid-19 tetap memaksakan pembahasan. Pandemi Covid-19 memerlukan perhatian serius semua pihak. Sisi kemanusiaan kita hrs dimunculkan. Sejak awal, RUU ini sudah salah sasaran. Pemerintah perlu mempertimbangkan kajian2 dari pekerja hingga mahasiswa krn penting utk dijadikan masukan. #TolakOmnibusLaw
  3. Setidaknya ada beberapa catatan mengapa perlu menolak Omnibus Law ini. Pertama, prinsip dasar Omnibuslaw yg menciderai nilai2 UU. Mestinya cukup dgn memasukkan UU yg ada, bukan dgn menghadirkan UU baru yg bertentangan dgn UU lainnya. #TolakOmnibusLaw
  4. Kemudian pasal2 yg bertentangan dlm beberapa UU jg disatukan dlm 1 omnibus law tanpa menghapus seluruh pasal2 pada UU induk. Bukan menghapus UU induk & menggantinya dgn 1 UU Omnibus Law. #TolakOmnibusLaw
  5. Lalu secara substansi, apakah Omnibus Law RUU Cipta kerja sdh sesuai dgn nama nya? RUU ini justru mencabut banyak hak2 pekerja dan membuat mereka semakin rentan. RUU ini harusnya memuat aspirasi dari pekerja, tidak hanya pemodal. #TolakOmnibusLaw
  6. Nilai yg dihadirkan RUU Cipta Karya jg bertentangan dgn amanah UUD yakni mensejahterakan rakyat krn adanya potensi pengurangan hak pekerja td. Paling penting, dlm menciptakan lapangan kerja (dari investasi) adlh penegakan hukum & pemberatasan korupsi, bukan “menjual” pekerja kita. #TolakOmnibusLaw
  7. Saya jg melihat, paling utama bukan pada peraturan, tp dipelaksanaan seperti birokrasi & penegakan hukum yg tegas. Mengutip kisah Abu Nawas yg kehilangan cincin di halaman & sibuk mencarinya di ruang tamu. Saat ditanya knp, jawabannya krn di halaman gelap sedangkan di ruang tamu terang. #TolakOmnibusLaw
  8. Kita perlu belajar dari sejarah, ketika krisis 1998, yg menjadi safety net & menjaga agar Indonesia tdk jatuh ke jurang perekonomian adlh UMKM & sektor informal. Ditengah Covid-19 yg kian merebak, seharusnya yg menjadi fokus pemerintah yakni perkuat UMKM & lapisan bawah. #TolakOmnibusLaw
  9. Siapkan roadmap bagaimana industri dlm negeri kita kuat & semuanya memiliki akses pemasaran hingga pemodalan. Samakan standar kualitasnya agar barang yg dihasilkan dpt di ekspor. Semua ini dapat diwujudkan jika kita serius membangun UMKM. #TolakOmnibusLaw
  10. Terakhir, mari hentikan pembahasan Omnibus Law ini & fokus utk memperkuat UMKM. Jadikan masyarakat Indonesia aset utama. Program 1 rumah 1 pengusaha, 1 desa 1 produk & turunan nya hrs serius dikembangkan. Covid 19 dpt jd momentum utk menggarap UMKM sesuai dgn ekonomi konstitusi (Pasal 33 UUD 1945). #TolakOmnibusLaw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s