Indonesia Leaders Talk Edisi Ke-4: COVID-19: Kesehatan VS Ekonomi

Covid-19: Kesehatan vs Ekonomi

Sejak Covid-19 menghampiri Indonesia, kesiapan pemerintah banyak dipertanyakan berbagai kalangan. Pemerintah terlihat ‘santai’ dalam mengantisipasi kedatangan virus tersebut. Beberapa di antaranya statement dari pejabat publik yang seakan meremehkan sampai diskon besar-besaran untuk dunia penerbangan demi menggenjot industri pariwisata. Direktur Jenderal WHO sampai turun tangan dengan mengirimkan surat tertanggal 10 Maret 2020 kepada Presiden RI untuk mempertanyakan tingkat kesiapan Indonesia dalam menghadapi pandemi global, keterbukaan pemerintah dalam menangani kasus sampai menyoroti pendekatan Indonesia dalam melacak dan mendeteksi kasus Covid-19.

Imbasnya, pemerintah tidak siap menghadapi dua masalah utama yang datang secara bersamaan yakni pandemi itu sendiri (kesehatan) dan terpuruknya kinerja ekonomi. Pemerintah merespon hal ini dengan menerbitkan Perppu 1 Tahun 2020, didalamnya terdapat berbagai stimulus untuk mengatasi masalah ekonomi dan juga kesehatan. Total 405,1 triliun lebih dianggarkan dan sekitar 75 triliun dianggarkan khusus untuk kesehatan. Jika dirinci, dana kesehatan tersebut diarahkan untuk menyediakan APD, ventilator, upgrade Rumah Sakit (RS) rujukan, insentif dokter & santunan kematian tenaga medis. Namun angka 75 triliun dianggap terlalu kecil untuk menghadapi kondisi yang sudah masuk skala pandemi.

Dapat kita lihat APD sempat langka dimana-mana, padahal ini sangat krusial untuk tenaga medis. Kemudian tingkat tes Covid-19 juga masih mengkhawatirkan. Sampai awal Agustus, Indonesia baru melakukan tes PCR sekitar 6.300 tes per 1 juta penduduk. Masih kalah dengan Filipina yang telah melakukan lebih dari 16 ribu tes per 1 juta penduduk. Padahal jika dilihat, penduduk Filipina berkisar 109 juta orang atau lebih kecil jika dibandingkan Indonesia. Belum lagi persoalan timpangnya jumlah tes dalam negeri antara DKI Jakarta dengan daerah-daerah lainnya. Sampai 11 Agustus 2020, dari 998 ribu orang yang dites di Indonesia, sebanyak 469.582 orang berasal dari DKI Jakarta. Artinya, ada 47% total orang yang dites secara nasional dilakukan di Ibu Kota, sementara 53% sisanya tersebar ke 33 provinsi.

Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi persoalan serius di bidang ekonomi.Demand side dan supply side terganggu secara bersamaan akibat terhambatnya mobilitas penduduk. Pemerintah intervensi dengan memberi stimulus ekonomi untuk jaring keamanan sosial, insentif perpajakan, restrukturisasi kredit sampai pembiayaan UMKM. Hingga kini insentif tersebut masih dipertanyakan dampaknya. Indonesia dibayangi jurang resesi lebih dalam pada kuartal III-2010 jika tidak segera berbenah.

Dikotomi antara kesehatan dan ekonomi menjadi debat hangat di seluruh dunia. Bila 2 variabel itu disandingkan, maka skenario paling baik terjadi ketika sebuah negara berhasil mengendalikan penyebaran virus dan menstabilkan perekonomian. Sebaliknya, skenario buruk adalah ketika ekonomi lesu dan persebaran virus tak terkendali hingga menelan banyak korban jiwa. Kedua skenario itu dapat terjadi pada Indonesia, kebijakan dan visi pemerintah lah yang menentukan arah skenarionya.

Penanganan pandemi di Indonesia saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, bila dilihat dari pertumbuhan kasus positif yang masih berkisar 1500-2000 per hari. Di sisi lain belum ada tanda-tanda pertumbuhan ekonomi kecuali pada sektor pertanian dan perkebunan. Masalah-masalah yang kompleks ini menuntut respon tepat dari pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai skenario terbaik; ekonomi meningkat, kesehatan terselamatkan.

Narasumber
Dr. Zulkiflimansyah, Gubernur NTB
Dr. Ede Surya D., SKM. MDM,
Mardani Ali Sera, Politisi PKS
Rocky Gerung, Pengamat

Moderator: Haldi Panjaitan

ILT Edisi Ke-4: Covid-19: Kesehatan VS Ekonomi

ILT dengan tagline: Dialektis, Tuntas, dan Fundamental mencoba hadir dengan rasa yang berbeda dibandingkan tayangan daring lainnya. Pada edisi awal, tanggal 3 Agustus 2020, ILT tayang setiap Senin jam 19:30-21:30. Walakin, seiring berjalannya waktu, kini ILT tayang setiap hari Jumat jam 20:00-22:00.

ILT secara live dapat disaksikan setiap pekan di:

Youtube:

Mardani Ali Sera

PKS TV

Rasil TV

Facebook:

Mardani Ali Sera

Radio:

Rasil AM 720

Tim ILT:

Penanggung Jawab: Mardani Ali Sera

Produser : Yachya & Punky Octa Wijaya

Narasumber Utama : Mardani Ali Sera & Rocky Gerung

Moderator : Haldi Zusrijan Panjaitan & Nadhil A. Muqsith

Riset & Konten : M. Dzaki & Ifan Islami

Sosmed : M. Hanief Fuady

Sound, Visual & IT : Yahya Ayyasy

GA, Media, & Networking : Ridwan R. & Luthfi A. Kamil

Design: Apriani Sabrina

Qori: Farhan Fadhillah

Last but not least silakan menikmati rangkaian episode ILT.

Semoga memberi tambahan insight baru bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *