Indonesia Leaders Talk Edisi Ke-5: Film, Filsafat & Masa Depan Generasi Muda Indonesia

Film, Filsafat & Masa Depan Generasi Muda Indonesia

Sejak awal kemunculannya, film dianggap mampu mempenetrasi ruang-ruang publik menghasilkan tanggapan dan apresiasi yang luas dan beragam. Film dapat diulas dengan gaya santai dan informal di media sosial, ulasan serius di majalah seni, hingga jadi pendorong bagi kemunculan pemikiran dan filsafat tertentu. Secara praktik, film juga dianggap mampu melekat dalam ingatan serta tubuh penggemarnya hingga waktu yang panjang.
Pengaruh film demikian besar sehingga ia dianggap memberi semacam panduan untuk memahami segala kerumitan di dunia, termasuk misalnya bagaimana orang memahami pandemi sekarang ini dengan acuan pada film-film bertema post-apocalypse. Keunggulan utama film adalah dimensinya yang komplit, sehingga ia dianggap sebagai media efektif untuk mengurai kesulitan dunia hingga memberi propaganda untuk kepentingan tertentu

Di kalangan pemuda, film merupakan komoditas yang digandrungi, terlebih untuk generasi Z. Minat yang tinggi ini pun mendorong lonjakan film secara kuantitas. Sudah barang tentu film-film yang pemuda Indonesia tonton hari ini akan punya memori kolektif dan pada derajat tertentu bisa mempengaruhi perilaku seseorang.
Disisi lain, filsafat sering disebut sebagai ibu ilmu pengetahuan. Dalam esai panjangnya di edisi khusus majalah Time yang berjudul “The Asking Animal” awal tahun 1998, sejarawan Amerika, Daniel J. Boorstin, menyebut filsafat sebagai sebentuk pencarian manusia sebagai makhluk yang haus akan pengetahuan, makhluk yang bertanya-tanya. Sementara dalam buku Berkenalan dengan Eksistensialisme (1973), Fuad Hasan menulis bahwa filsafat merupakan sebuah pencarian kebenaran yang terbuka; terbuka untuk diketahui, dipelajari, dan diteliti.

Tetap terbuka untuk dinilai dan dikritik. Pada titik ini, filsafat merupakan ikhtiar dalam berpikir dan bukan dimaksudkan untuk merumuskan suatu doktrin yang final maupun konklusif sehingga tidak boleh digugat.
Ada praduga filsafat merupakan semacam spekulasi belaka dan tidak berakar pada realitas, hingga anggapan filsafat tidak mempunyai nilai apapun bagi kehidupan di dunia nyata kerap mengemuka. Ada juga yang menganggap filsafat hanya sekedar kegiatan kontemplasi untuk mencari hakikat atas sesuatu yang nyata. Bahkan ada lagi yang melihatnya secara sempit, filsafat dianggap hanya sebatas logika, atau etika, atau kadang-kadang estetika.

Mengenai hubungan filsafat dan film, pertama tentu kita menyadari bahwa film merupakan media audio-visual yang sudah cukup terserap dalam kebudayaan Indonesia. Filsafat merupakan sebuah konsep sedangkan film adalah imaji. Film sebagai imaji dapat memuat konsep, kemudian konsep tersampaikan melalui film dengan cara yang sederhana. Namun tantangan yang masih membayangi terutama dalam tradisi intelektual, suatu konsep masih sulit diterima oleh masyarakat umum. Contohnya mengenai persoalan pelanggaran HAM ataupun multikulturalisme, perlu penyampaian dan imaji tertentu agar pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami orang. Imaji tentang contoh kasus pelanggaran HAM misalnya yang bisa dihadirkan melalui film. Sementara disisi lain, suatu konsep yang kompleks jika dipaksakan untuk disajikan dalam bentuk film yang sederhana, dapat mengurangi makna konsep yang ditawarkan. Indonesia Leaders Talk (ILT) kali ini akan mencoba membahas kaitan antara film, filsafat, dan masa depan generasi muda Indonesia.

Narasumber
Salim A. Fillah, Ustadz Milenial
Mardani Ali Sera, Politisi PKS
Rocky Gerung, Pengamat

Moderator: Haldi Panjaitan

ILT Edisi Ke-5: Film, Filsafat & Masa Depan Generasi Muda Indonesia

ILT dengan tagline: Dialektis, Tuntas, dan Fundamental mencoba hadir dengan rasa yang berbeda dibandingkan tayangan daring lainnya. Pada edisi awal, tanggal 3 Agustus 2020, ILT tayang setiap Senin jam 19:30-21:30. Walakin, seiring berjalannya waktu, kini ILT tayang setiap hari Jumat jam 20:00-22:00.

ILT secara live dapat disaksikan setiap pekan di:

Youtube:

Mardani Ali Sera

PKS TV

Rasil TV

Facebook:

Mardani Ali Sera

Radio:

Rasil AM 720

Tim ILT:

Penanggung Jawab: Mardani Ali Sera

Produser : Yachya & Punky Octa Wijaya

Narasumber Utama : Mardani Ali Sera & Rocky Gerung

Moderator : Haldi Zusrijan Panjaitan & Nadhil A. Muqsith

Riset & Konten : M. Dzaki & Ifan Islami

Sosmed : M. Hanief Fuady

Sound, Visual & IT : Yahya Ayyasy

GA, Media, & Networking : Ridwan R. & Luthfi A. Kamil

Design: Apriani Sabrina

Qori: Farhan Fadhillah

Last but not least silakan menikmati rangkaian episode ILT.

Semoga memberi tambahan insight baru bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *