#KultwitMardani: Bukan UU Cipta Kerja yang Dibutuhkan Bangsa Indonesia oleh @mardanialisera (5/11/20)

Bismillah, pemerintah kerap menyatakan tujuan dibuatnya UU Cipta Kerja utk mereformasi regulasi. Dari situ diharapkan investasi berdatangan & membuka lapangan kerja. Namun hal ini hrs diiringi dengan kelihaian negosiasi persyaratan investasi seperti transfer teknologi maupun tenaga kerja

Cth persoalan tenaga kerja asing yg kerap menjadi persoalan. Diantaranya berbagai bentuk pelanggaran izin tinggal, lalu hasil investigasi Ombudsman RI di 7 provinsi yg menemukan tdk sedikit TKA ternyata bekerja sebagai tenaga kasar dgn bayaran 3x lipat lbh tinggi daripada pekerja lokal (Republika, 27 April 2018)

Selektif lah dalam menerima tenaga kerja asing yang masuk. Pastikan mereka yang diizinkan masuk merupakan tenaga kerja dengan kelihaian yang tidak banyak dimiliki di Indonesia.

Pemerintah harus konsisten dengan niatnya yakni membuka lapangan kerja untuk masyarakat. Mengingat saat ini tenaga kerja maupun angkatan tenaga kerja masih memiliki keahlian yang rendah atau menengah kebawah.

Mengutip data BPS (Februari 2020), 131,03 juta penduduk bekerja. Sekitar 56,5% bekerja di sektor informal sedangkan 43,5% lainnya bekerja di sektor formal. Kemudian mayoritas tenaga kerja yg berpendidikan SD ke bawah ada 38,89%.

Sementara pekerja dengan latar belakang pendidikan SMA & Universitas masing2 hanya 11,82% dan 10,23%. Tugas besar untuk memastikan mereka terserap dari investasi yg digadang2 kan. Menyerap surplus keahlian tenaga kerja di Indonesia yg masih rendah harus menjadi perhatian

Covid-19 seharusnya menjadi momentum untuk merapikan sektor investasi dan ketenagakerjaan agar seimbang dan tidak berat sebelah. Visi strategi yang baru sampai kebijakan ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi dengan industri sangat diperlukan, khususnya padat karya.

Terakhir, UU Cipta Kerja seperti dibahas lintas ahli, termasuk Pak Faisal Basir di acara #ILT, banyak salah persepsi sehingga jauh dari solutif. Sebelum terlambat, Perppu menjadi satu-satunya solusi bangsa, jika pemimpin memang mendukung pemberdayaan rakyatnya, Bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s