Indonesia Leaders Talk Edisi Ke-14: Milenial dan Pahlawan Kita

ILT Edisi Ke-14: Milenial dan Pahlawan Kita

Sepanjang sejarah pendirian negeri ini, kepeloporan pemuda sebagai lokomotif pergerakan selalu menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Rekam jejak sejarah menunjukkan peran pemuda menghiasi peristiwa-peristiwa penting di Negeri Ini. Tahun 1908, Organisasi Budi Utomo didirikan oleh sekelompok pemuda yang sadar bahwa penjajahan di Tanah Air harus dihentikan. Atas dasar itulah sekelompok pemuda tersebut memberikan penuansaan pendidikan politik, menghidupkan nasionalisme dikalangan masyarakat. Tahun 1928, pemuda-pemudi di seluruh penjuru negeri, bersatu mengumandangkan Sumpah Pemuda yang dimanifestasikan sebagai kesadaran kebersatuan melawan penjajahan kolonial.

Beranjak ke tahun 1945, lagi-lagi kelompok pemuda dari perkumpulan “Menteng 31” menunjukan inisiatifnya untuk menculik Soekarno & Hatta lalu membawanya ke Rengasdengklok untuk mempercepat kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa Penculikan Rengasdengklok menjadi tanda semangat kehidupan baru berbangsa dan bernegara. Karena sehari setelah peristiwa tersebut, Republik Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Tidak kalah penting, kiprah pemuda dalam peristiwa Reformasi 1998 dimana negara kala itu dipimpin oleh pemerintahan otoritarianisme Soeharto. Rentetan-rentetan kejadian yang menimpa di akhir masa Orde Baru seperti gejolak ekonomi, penangkapan aktivis, praktik korupsi, dan pembredelan media massa menjadi catatan kelam di akhir masa Kepresidenan Soeharto. Rentetan kejadian tersebut menyalakan gejolak konflik sosial diantara masyarakat. Pemuda dengan warna-warni jaket almamaternya menyerbu dan menduduki gedung DPR dan MPR RI, merupakan sebuah simbol keberhasilan menggulingkan Pemerintahan Soeharto turun dari jabatannya.

Romantisme jasa para Pemuda Indonesia mengukir peristiwa-peristiwa penting negeri ini memang menarik untuk selalu diingat. Tetapi, waktu terus bergerak maju dan generasi baru yang disebut sebagai “generasi milenial” berancang-ancang untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Anies Baswedan dalam pidatonya pernah mengatakan “Anak muda bicara masa depan, Orang tua bicara masa lalu”. Oleh karena itu pertanyaan bagi generasi milenial, bagaimana kita mempersiapkan masa depan kita? Apa saja yang kita telah buat?
Di era modern saat ini, generasi milenial dihadapi oleh tantangan kecakapan penggunaan teknologi yang kian canggih dari hari ke hari. Hampir segala yang kita lakukan berkaitan erat dengan proses digitalisasi dan otomasi. Keadaan ini dapat dimanfaatkan dengan optimal apabila para pemuda mampu menggunakannya untuk menghasilkan ide-ide segar yang out of the box. Berbicara tentang kecakapan, ada hubungan erat penguasaan teknologi dengan pada pendidikan yang bermutu. Disinilah letak permasalahan yang dihadapi generasi milenial saat ini.

Membangun sumber daya manusia yang memiliki daya saing global dibutuhkan institusi pendidikan yang mempersiapkan pemuda menghadapi masa depan. Para pendidik harus bisa meninggalkan pola pembelajaran kuno diganti dengan sistem pembelajaran interaktif dan kekinian. Institusi pendidikan harus mampu menginternalisasi nilai-nilai problem solving, kreativitas, leadership, kolaborasi, dan lain-lain. Dengan dibekali kemampuan tersebut, pemuda memiliki pondasi karakter yang mudah beradaptasi dan terbuka akibat perubahan zaman. Oleh karena itu, Indonesia Leaders Talk edisi ke-14 kali ini akan mencoba membahas Milenial dan Pahlawan Kita.

Narasumber
1. Gamal Albinsaid, Tokoh Muda Nasional
2. Muhammad Said Didu, Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010
3. Mardani Ali Sera, Politisi PKS
4. Rocky Gerung, Pengamat

ILT Edisi Ke-14: Milenial dan Pahlawan Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *