Indonesia Leaders Talk Edisi Ke- 18: Membedah Nilai Strategis Pilkada 2020

ILT Edisi Ke- 18: Membedah Nilai Strategis Pilkada 2020

Let your plans be dark and as impenetrable as night, and when you move, fall like a thunderbolt.” – Sun Tzu

Indonesia merupakan salah satu negara penganut sistem politik demokrasi terbesar yang dalam penerapannya, menjunjung tinggi kedaulatan masyarakat untuk berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Menciptakan institusi politik yang demokratis, serta tidak ekstraktif sesuai dengan tesis Daron Acemoglu, terletak pada perwujudan kualitas pemilihan umumnya. Senada dengan Acemoglu, Joseph schumpeter dan Adam Przeworski melihat demokrasi hanya termanifestasi dalam proses pemilihan pemimpin-pemimpin secara langsung, umum, bebas, dan rahasia. Oleh karena itu menegakkan demokrasi, artinya menegakkan sistem pemilihan umum yang sesuai dengan kaidah-kaidah demokrasi dan memperhatikan electoral law sebagai bagian yang tak terpisahkan dari semua electoral proses.

Memasuki bulan Desember 2020, kita tinggal menghitung hari pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang secara resmi akan diselenggarakan pada 9 desember. Penyelenggaraan kali ini akan memilih 9 gubernur, 224 bupati, dan 37 walikota secara serentak. Akan tetapi, untuk pertama kalinya dalam sejarah, pelaksanaan pemilihan umum diselenggarakan di tengah krisis kesehatan akibat menjalarnya Pandemi Covid-19. Hal tersebut menyebabkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sengkarut penyesuaian pelaksanaan Pilkada 2020 yang sesuai dengan protokol kesehatan tanpa menurunkan legitimasi dari pemilu itu sendiri.

Melihat dari strategi kontestasi Pilkada 2020, setiap pemilihan umum layak disandingkan sebagai suatu perang. Dengan demikian, sangat cocok apabila membahas strategi-strategi perang melalui buku “The Art of War”, sebuah buku karangan Sun Tzu, pertama kali diterbitkan pada tahun 2500 tahun lalu. Sun Tzu (545 SM-470 SM) merupakan Jendral Militer Kekaisaran Tiongkok kuno, serta ahli strategi perang yang telah melahirkan banyak tokoh filsuf dan peradaban besar di dunia. Buku The Art of War menjadi teks militer paling terkenal dan berpengaruh baik di kalangan dunia bagian timur, maupun barat.

Dari 13 bagian, terdapat taktik dan strategi jitu yang menurut kita perlu kita pertimbangkan dalam pengambilan gerakan. Sun Tzu menekankan bahwa “If you know the enemy and know yourself you need not fear the results of a hundred battles” Lewat kalimat masyhur tersebut, Sun Tzu memberikan pesan kepada para perancang strategi untuk tidak hanya memahami kapasitas dan kemampuan diri sendiri, melainkan juga lawan main kita. Oleh karenanya itu analisa rencana pertempuran musuh untuk memahami kelebihan maupun kekurangannya menjadi sangat penting untuk menentukan posisi dan arah gerak kedepannya.

Setelah mencari analisa dan strategi, Sun Tzu menggambarkan dalam situasi perang, setelah mengumpulkan prajurit dan menyatukan kekuatannya, ia harus menyelaraskan dan mengharmonisasikan elemen-elemen yang berbeda-beda, serta membangkitkan rasa persaudaraan dan solidaritas. Setelah itu, baru dia membuat suatu taktik manuver, merancang taktik dari pikiran seseorang jendral terdistribusi menjadi tindakan oleh para tentara, dan mengubah ketidakberuntungan menjadi keberhasilan. Selain itu, Sun Tzu bahwa pertarungan cerdas pada zamannya adalah ketika dia yang tidak hanya memenangi perang, tetapi melampaui kemenangan biasa, dia meraih kemenangan dengan damai dan tentram.

The Art of War karya Sun Tzu merupakan salah satu strategi jitu berperang yang hingga sekarang pun masih sangat relevan untuk menganalisis gerakan dalam kontestasi pemilihan umum, seperti Pilkada 2020. Para kandidat yang mencalonkan diri semestinya memiliki politik strategi dan taktik untuk mengantarkan mereka mendapatkan kursi kekuasaan. Oleh karena itu Indonesia Leaders Talk edisi ke 18 kali ini akan mencoba membahas Membedah Nilai Strategi Pilkada 2020

Narasumber:
1. Effendi Ghazali, Pengamat Politik
2. Mardani Ali Sera, Politisi PKS
3. Rocky Gerung, Pengamat
4. Mardani Ali Sera (Politisi PKS)
5. Rocky Gerung (Guru/Pengamat)
6. Buya Mahyeldi (Calon Gubernur Sumatera Barat)
7. Akhyar Nasution (Calon Walikota Medan)
8. Mohamad Idris (Calon Walikota Depok)
9. A Mufti Salim (Calon Walikota Metro)
10. Hendri Susanto (Calon Bupati Sijunjung)

ILT Edisi Ke- 18: Membedah Nilai Strategis Pilkada 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *