#KultwitMardani: Bukan Vaksin, tapi Orkestrasi Penanganan yang Utama oleh @mardanialisera (22/12/20)

Bismillah, data yg kurang akurat, lambannya birokrasi yg tumpang tindih sampai prosedur yg tdk efisien saat menangani pandemi Covid-19 masih jadi persoalan besar. Orkestrasi atau semangat bersinergi antar stakeholders masih sangat minim & kerap membuat publik kebingungan.

Saat ini sudah 657.948 kasus Covid-19 dan blm menunjukkan tanda2 penurunan. Kita kerap meributkan mana yang lebih prioritas, kesehatan kah atau ekonomi? Tp terkadang melupakan sinergi dan koordinasi yang solid untuk menjalankan keduanya.

Ibarat lari maraton, keletihan memang sudah mulai terasa dalam menghadapi Covid-19 terlebih garis finish yang belum terlihat. Namun beberapa sikap maupun peluang berikut setidaknya dapat menunjukkan bahwa kita mampu kokoh dalam menghadapi pandemi Covid-19

Pandemi memukul hampir semua sektor tak terkecuali masyarakat kecil maupun pengusaha kecil. Warteg misalnya, terlihat sepele tapi persoalan perut harus selalu diutamakan. Warteg merupakan penyelamat perut bagi pekerja informal & masyarakat kecil karena murah dan ada di mana2.

Kerjasama ACT (Aksi Cepat Tanggap) yg menghadirkan Operasi Makan Gratis di tengah pandemi Covid-19 patut diapresiasi & perlu semakin digalakkan. Bekerja sama dgn warteg2 di Jabodetabek utk mereka yg sangat terdampak secara ekonomi, seperti pekerja informal harian & masyarakat prasejahtera.

Selain itu, pandemi Covid-19 jg membuka mata kita bahwa bahan baku obat, dan para peneliti hebat yg dimiliki Indonesia bisa menghadirkan benih kemandirian di sektor farmasi kelak. Kekuatan riset dan inovasi anak negeri patut di prioritaskan.

Jangan ragu untuk investasi mengembangkan industri alat kesehatan & bahan baku obat dalam negeri. BPKM sudah menyebut porsi impor kedua aspek tsb mencapai 90%. Pemerintah seharusnya malu melihat fenomena ini karena telah terjadi selama bertahun2.

Sekali lg mari singkirkan ego sektoral krn kejadian luar biasa seperti pandemi butuh kerjasama & orkestrasi kinerja yg jg luar biasa dari pemerintah pusat hingga ke daerah. Berbagai alasan di atas bisa jadi modal agar semakin kokoh dlm menghadapi Covid-19. Duka pandemi duka kita bersama, nasionalisme dan solidaritas tercermin dari cara kita menangani pandemi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s