#KultwitMardani: Perbaikan Data Raya agar Distribusi Bansos Efektif, Efisien, dan Tepat Sasaran oleh @mardanialisera (6/1/20)

Bismillah, meningkatnya angka kemiskinan & pengangguran akibat tekanan pandemi harus jadi perhatian. Bu Risma sebagai mensos baru perlu lebih berinovasi, sebab menjadi menteri dengan masalah yang lebih beragam dengan skala nasional, tidak bisa diselesaikan hanya dengan blusukan.

Pemerintah perlu untuk terus rajin koordinasi & menyiapkan sistem evaluasi yang terukur. Mengingat salah satu problem klasik negeri ini antar kementerian masih memiliki data yang berbeda & kerap timbul ego sektoral.

Mensos perlu ‘blusukan’ di perapian data. Data raya (big data) mesti baik, benar, dan akurat. Ini jauh lbh penting demi perbaikan distribusi Bansos yg lebih tepat sasaran, transparan & efektif-efisien.

BPS mencatat jumlah penduduk miskin akibat Covid-19 2020 meningkat. Tercatat sebesar 26,42 juta orang atau meningkat 1,28 juta orang dari tahun 2019. Keterlambatan bantuan akibat tumpang tindih birokrasi, SOP yg kurang jelas & data yg tidak akurat menjadikan manajemen distribusi bantuan sosial sembako sblmnya amat lemah.

Rekomendasi dari KPK layak dipertimbangkan, Pemerintah harus menggabungkan 3 basis data orang miskin yang dikelola 2 dirjen & 1 sekjen karena pasti terjadi tumpang tindih. Mengingat PKH data base sendiri, BPNT sendiri dan DTKS juga sendiri. Rapihkan mulai dr kriteria hingga pola updatingnya krn kerap kali tdk akurat.

Pemerintah jg hrs lbh responsif, salah satunya dgn mengefektifkan kanal bantuan warga terkait Bansos. Dengan begitu, kanal tsb dapat menjadi salah satu mekanisme untuk memastikan bantuan yg diberikan tepat sasaran dan tidak dipotong oleh oknum2 yg tak bertanggung jawab.

Lalu buat mekanisme penyaluran yg manusiawi dan efektif. Jangan lagi ada antrian, jangan lagi ada korupsi dan jangan lagi dijadikan alat politisasi. Pastikan semua terkoneksi dgn perbankan. Petugas penyuluh sosial yg dimiliki Kemensos bisa membantu membuatkan rekening bank dan mengajarkan cara utk dapat uangnya.

Perlu disadari bahwa presiden dan menteri adalah milik bangsa Indonesia. NKRI bukan hanya milik satu daerah/provinsi, semua daerah mesti merasakan perhatian yang sama demi keadilan yang sesungguhnya di negeri tercinta.

Semoga mekanisme yang baru ini kian mudah terawasi. Tidak ada lg penyelewengan seperti kmrn yg jelas2 merugikan pemerintah, masyarakat, sampai pelaku usaha yang amat perlu program tersebut untuk mendongkrak daya beli di tengah pandemi Covid-19.

coverage:

Perbaikan Data Raya agar Distribusi Bansos Efektif, Efisien, dan Tepat Sasaran

https://cirebon.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-041226455/soroti-gaya-blusukan-tri-rismaharini-mardani-ali-sera-mensos-perlu-blusukan-di-perapian-data

https://bekasi.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-121225550/ingatkan-risma-soal-masalah-kemiskinan-mardani-ali-sera-mensos-perlu-blusukan-di-perapian-data

Mardani Ali Sera : “Blusukan Perlu Pemetaan Akar Permasalahan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s