#KultwitMardani: Spirit Elon Musk bisa diduplikasi di Indonesia oleh @mardanialisera (23/2/21)

Bismillah, Elon Musk dengan Teslanya menjadi sorotan karena mampu menjadi orang berpengaruh meski industri mobilnya masih tergolong baru. One person can make a difference, kita bisa belajar bagaimana pendidikan yg menghasilkan Elon Musk dan ratusan investor lainnya. Apa yg harus bangsa kita lakukan?

Sbnrnya sejak 8 tahun yg lalu kesempatan bagi Indonesia utk menjadi tuan rumah di bidang mobil terbuka lebar. Pak Dahlan Iskan sudah mulai merintisnya, tp kita tau seperi apa nasib beliau kemudian. Saat ini dunia mulai berlaih ke kendaraan listrik, jgn sampai kita kembali kehilangan momentum. Yg pada akhirnya hanya jd tuan rumah bagi tamu asing

Pemerintah perlu sadar bahwa industri ini akan terus berkembang pesat. Jika dulu hanya bisa 50km sekali charger, lalu 120 km sekali charger, bukan tidak mungkin 2 tahun lg bisa 1000 km hanya sekali charger.

Belum lagi jika makin sejahteranya masyarakat. Pertambahan sepeda motor bisa di atas 5 juta dalam setahun. Berapa banyak memerlukan bensin? Sementara produksi minyak kita tidak cukup yang artinya impor BBM mesti terus dilakukan. Artinya perubahan pola konsumen ada di depan mata.

Tesla dapat dijadikan momentum untuk memprioritaskan pendidikan yg berkualitas, utamanya SDM. Cetak biru pendidikan mesti Indonesia punya. Mulai dari mana, mau dibikin seperti apa, merupakan serangkaian pertanyaan yg hrs dijawab. Kita perlu mendorong generasi muda kita sebagai inovator, sebagai pencipta.

Namun yg jadi catatan, Kajian Bank Dunia mengatakan bangsa kita functionally illiterate. Bisa membaca tapi tdk mengerti apa yg dibaca. Kondisi yg menunjukkan SDM Indonesia msh jauh dari kata unggul. Pembenahan dpt dimulai dari pendidikan literasi & numerasi. Jika ingin serius membenahi SDM, perlu dibenahi dari dasar, mulai dari SD dan pastikan anak2 bisa membaca sampai menghitung dengan baik.

Kemudian baru mulai menyusun satu rasio baru di bidang pendidikan. Mungkin ke depan memerlukan lebih banyak lulusan fakultas eksakta dalam rasio tertentu. Contoh, dengan jumlah penduduk sekitar 200 jutaan, perlu berapa ratus ribu sarjana elektro?

Perlu brp banyak lulusan teknik kima krn kimia merupakan ilmu tanpa batas. Kita hrs punya brp lulusan fisika, sarjana nuklir, biologi, sampai kedokteran? Ini yang harus segera kita temukan. Setelah itu, bisa mulai taruh di peta universitas kita. Tp ini blm bicara alokasi fisik sampai kualitasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s