#KultwitMardani: Pemilu Serentak 2024 Merampas Hak Rakyat oleh @mardanialisera (10/3/21)

Penyelenggaraan Pemilu secara serentak di 2024 akan pemerintah merampas hak rakyat. Mengapa? Dari sisi penyelenggaraan, berpotensi tidak demokratis karena adanya 272 Pejabat (PJ) Kepala Daerah akibat tidak ada Pilkada tahun 2022 & 2023. Hak rakyat utk menentukan Kepala Daerahnya pun terampas

Bagaimana menjamin independensinya dlm “menjaga” Pemilu dan Pilkada serentak 2024? Ini jelas bentuk kezaliman. Blm lg kita perlu mendengarkan masukan KPU & Bawaslu yg menilai apabila Pemilu & Pilkada dilakukan serentak di 2024 maka akan sangat berat. Krn secara teknis cukup banyak tahapan yg hrs dilalui scr detail, cermat & akuntabel oleh penyelenggara

Tidak bisa meninggalkan begitu saja pembahasan RUU Pemilu. Begitu byk yang mesti ditindak lanjuti seperti 6 opsi keserentakan dari MK termasuk payung bagi implementasi IT dalam pemilu kita. Cth, @FPKS yg menyetujui E-Rekap dgn catatan.

Hanya untuk menggantikan rekap manual (pengisian 73 lampiran secara manual), tapi C1 Plano tetap sebagai bukti utama sengketa hasil pemilu dan C1 tersebut dipegang semua saksi

Revisi UU Pemilu mendesak krn sebagai pintu masuk untuk memulai perbaikan sistem politik & demokrasi di negeri ini. Revisi perlu didasarkan pada kepentingan publik jangka panjang. Hal substansial paling utama. Demokrasi pun akan sehat krn masyarakat menikmati & tdk terbebani dgn pemilu yg marathon

Efisiensi anggaran yg menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan Pemilu Serentak pun tidak tercapai. Sebagai contoh Alokasi APBN untuk Pemilu Serentak 2019 sebesar 25,12 triliun, sedangkan Pemilu 2014 yang belum serentak berbiaya 24,8 triliun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s