#KultwitMardani: Impor Beras di Panen Raya, Untuk Siapa?oleh @mardanialisera (25/3/21)

Bismillah, rencana impor beras yg akan pemerintah lakukan kian mendapat penolakan. Terakhir dari bbrp kepala daerah seperti Jabar, Jatim sampai Sumsel. Ditengah produksi melimpah & kualitas gabah/beras yg menurun, rencana impor menghianati usaha petani yg menunggu momentum panen raya

Data produksi beras nasional kita memperlihatkan angka surplus. BPS memproyeksikan produksi beras sepanjang Januari-April 2021 akan mencapai 14,54 juta ton. Angka ini naik 26,84% jika disandingkan dengan periode yg sama di 2020 (11,46 juta ton).

Terlebih jika lihat pengalaman puluhan tahun, alur tanam padi sdh menghasilkan alur yg ‘tetap’. Panen raya di bln Februari-Mei (60-65% dr total produksi), panen gadu Juni-September (25-30% dr total produksi) & paceklik Oktober-Januari. Kemandirian pangan mestinya jd program utama di negeri agraris ini

Memang impor terkadang bisa memenuhi kebutuhan kualitas maupun harga tertentu. Namun jgn korbankan petani, kedua kepentingan tsb mesti diakomodasi secara adil. Pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara ekonomi, efisiensi teknis sampai aspek sosial.

Ingat pengalaman 2018, dari 1,785 jt ton beras yg diimpor, saat ini masih tersisa 106.642 ton. Bulog menyatakan beras tsb sdh turun mutunya. Impor bukan solusi atas persoalan kesenjangan stok beras antardaerah. Disaat panen mestinya distribusi diperkuat sampai stok bisa disalurkan ke daerah yang defisit

Dari rencana impor beras kita bisa belajar, audit produksi, konsumsi sampai kebutuhan komoditas yg akan diimpor diperlukan. Lakukan secara transparan tiap tahunnya, diiringi evaluasi kebijakan perdagangan kita. Dari data audit tsb, strategi perdagangan bisa disusun untuk menghasilkan surplus dikemudian hari

Dengan APBN yang semakin berat di masa pandemi, bagaimana menyediakan dana untuk impor? First thing first, jika bukan hal utama, untuk apa dilakukan. Pak @Jokowi juga kerap mengungkapkan, “Jangan buat kegaduhan baru.” Impor beras adalah bagian noice tanpa voice yg berarti jika melihat kondisi saat ini.

Terakhir, dengan berbagai gelombang penolakan rencana impor yang datang mulai dari kalangan petani, organisasi kemasyarakatan, beberapa kepala daerah sampai akademisi, timbul satu pertanyaan sederhana. Berpihak kepada siapa sebenarnya pemerintah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s