#KultwitMardani: Hentikan Kekerasan Terhadap Jurnalis oleh @mardanialisera (30/3/21)

Bismillah, saya mengecam kekerasan yg menimpa jurnalis @tempoco pada Sabtu (27/3) lalu, beliau mengalami penganiayaan saat melaksanakan tugas pers. Kejadian yg terjadi saat meliput kasus korupsi pejabat. Kegiatan pers dilindungi & siapapun yang menghalangi dapat dikenakan hukuman.

Kejadian seperti ini jelas merupakan bentuk penghalangan terhadap kegiatan jurnalistik & melanggar UU No 40 tahun 1999 ttg Pers, baik dalam memperoleh, mencari serta menyebarluaskan informasi. Pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini.

Kapolri beserta jajarannya juga harus memberikan perlindungan terhadap jurnalis yang sedang melakukan kerja2 jurnalistik. Semata agar terjaminnya hak publik untuk tahu serta memperoleh informasi yang akurat mengenai berbagai isu yang penting bagi masyarakat luas

Penganiyaan ini menambah catatan buruk kekerasan terhadap jurnalis. Setidaknya LBH Pers mencatat, di 2020 terjadi 117 kasus kekerasan terhadap wartawan serta media. Angka ini meningkat 32% jika dibandingkan pada 2019 (79 kasus).

Masih di tahun 2020, Indonesia jg mencatat rekor tertinggi angka kekerasan terhadap jurnalis –tercatat oleh @AJI ada 83 pelaporan kekerasan. Sementara di Bulan Maret 2021 sudah ada 3 kasus kekerasan, termasuk jurnalis Tempo ini.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sampai Komnas HAM perlu menurunkan bantuannya untuk melindungi korban dari ancaman kekerasan lebih lanjut serta mengawal proses hukum atas kasus ini. Perlu diingat, Indonesia sudah menyatakan komitmennya untuk terbuka terhadap pers sejak reformasi.

Langkah2 preventif harus dikedepankan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Sangat mahal harga yg dibayar bangsa ini utk melahirkan pers yg bebas melalui reformasi serta demokrasi yg kian terlembaga. Jangan dirusak karena tindakan tsb jelas membuat kita mundur ke belakang.

Ingat kasus yg menimpa Udin, wartawan surat kabar harian BERNAS (Yogyakarta) yg dibunuh 1996 silam? Udin kehilangan nyawa akibat ‘vokal’ memberitakan rezim saat itu. Kebebasan pers masih memiliki pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan dan Udin mengingatkan kita akan hal itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s