#KultwitMardani: Riset dan Teknologi, Ruh untuk Menjadi Negara Maju oleh @mardanialisera (16/4/21)

Bismillah, bubarnya Kemenristek, Badan Riset & Inovasi-Nasional (BRIN) yg jd badan otonom menunjukkan lemahnya visi pemerintah terkait peran riset serta inovasi dlm pembangunan. Kian jauh mewujudkan Indonesia maju melalui Nawacita & visi Indonesia 2045 krn riset & inovasi merupakan syarat utama.

Keputusan ini tentu menimbulkan kekecewaan, terutama dari kalangan masyarakat yg paham peran riset & inovasi dalam pembangunan. Nasi sudah menjadi bubur, konsekuensi dan implikasi dari keputusan tsb mesti segera dipikirkan. Ada beberapa pesan setidaknya

Salah satu hal yg mesti dituntaskan, menyusun kebijakan untuk mengokestrasi riset & inovasi sebagai ujung tombak pembangunan. Ada infrastruktur, vaksin Merah-Putih & Nusantara, roadmap kendaraan bermotor listrik dll. Strategi dirumuskan, jgn setengah2 krn kita sedang tidak ‘kejar tayang’

Mesti diingatkan sejak awal, krn kita tak ingin pendidikan, ristek sampai inovasi berjalan seadanya / bahkan berantakan. Mengingat tugas berat menanti Kemendikbud-Ristek yg memiliki tanggung jawab dari hulu (pendidikan usia dini,dasar,menengah) sampai ke hilir (vokasi,pendidikan tinggi,riset,teknologi,inovasi)

Pembubaran BRIN mesti diikuti dengan redefinisi Ristek nan inovatif. Harus ada alat ukur baru dalam spirit ristek kita, karena ristek adalah jiwa negara yg ingin maju. Tanpanya, kita akan semakin terpuruk karena minim temuan dan inovasi. Swasta jg perlu dilibatkan dalam hal ini dengan koridor yang ketat.

Nasionalisme diutamakan, misalnya, menjadikan produk riset utk bangsa Indonesia dan tdk menjadikan kita sbg kelinci percobaan saja. Langkah lainnya adalah reward maksimal dari setiap usaha penunjang Ristek. Ketiadaan lembaga (kementerian) bukan berarti penghilangan concern.

Hal lain, segera menyusun organisasi BRIN yg belum selesai sejak dibentuk melalui Perpres No 74/2019. Profesionalisme, menampung kepentingan riset & inovasi hrs tercermin dari struktur tsb. Para deputi diisi kalangan profesional yg memiliki kemampuan riset & inovasi yg mumpuni dari bidangnya.

Karena ke depan, BRIN menjadi wadah bagi akademisi, ilmuwan, sampai inovator yg ada di negeri ini. Harus digaris bawahi, BRIN merupakan pelaksana, jd jgn bebankan fungsi kebijakan pada BRIN. Bisa menambah kegaduhan yg tak perlu krn rentan penyelewengan kekuasaan & mengacaukan prinsip tata kelola yg baik

Aspek pembinaan peneliti jg perlu pemerintah rumuskan krn selama ini hanya diserahkan pada mekanisme pasar. Imbasnya ketertarikan para sarjana baru memilih profesi peneliti & menggeluti dunia riset kian merosot. Bangun kultur riset yg kondusif bagi pengembangan iptek sehingga riset bisa berujung pada inovasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s