Indonesia Leaders Talk Edisi Ke-36: Membangun Islam Rahmatan Lil ‘Alamin: Peluang dan Tantangan

ILT Edisi Ke-36: Membangun Islam Rahmatan Lil ‘Alamin: Peluang dan Tantangan

Agama sebagai agen perdamaian merupakan tantangan dalam kehidupan bermasyarakat, tidak hanya di Indonesia namun juga dalam lingkup global. Di satu sisi, agama dijalankan dengan menerapkan prinsip harmoni, kedamaian, dan tenggang rasa. Namun disisi lain, kekerasan masih mewarnai sejarah keagamaan bahkan hingga kini; mulai dari perang antar agama di era pertengahan hingga kejadian teror berkedok agama di era kontemporer. Walau demikian peran agama sebagai promotor kedamaian terus didorong dan relevan untuk dibahas hingga kini.

Di dalam Islam, konsep perdamaian tercermin dalam Rahmatan lil Alamin; yang berarti agama pembawa rahmat bagi seluruh alam. Keberadaan individu yang beragama Islam diharapkan membawa kedamaian, tidak hanya bagi sesama manusia namun juga seluruh komponen alam; hewan, tumbuhan, dsb. Namun tak bisa dielakkan bahwa konflik dan sitegang justru kerap terjadi oleh kelompok kecil yang meyakini kekerasan akan membawa masa depan yang lebih baik bagi Islam. Tensi dan konflik tersebut tidak hanya terjadi antar-agama, seringkali juga terjadi dalam lingkup intra-agama — di antara mazhab atau aliran tertentu. Di Indonesia, konflik-konflik tersebut beberapa kali termanifestasi dalam bentuk teror, misalnya kemarin tidak lama, ketika kelompok Jamaah Ansharut Daulah melakukan pengeboman di Gereja Makassar, atau ketika individu teror yang melakukan penembakan di Mabes Polri.

Upaya untuk membawa Islam sebagai jalan tengah dan titik temu dari kedamaian terus diupayakan. Misi untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamin dan potensi sumber pembangunan bangsa terus dipikirkan. Indonesia sebelumnya telah mempunyai organ kerukunan antar agama dan juga ormas agama yang berjejaring di seluruh Indonesia. Walau demikian, pengarus utamaan perilaku keagamaan yang moderat masih menjadi tugas berat.

Selain itu, tren dan prediksi Al-Qur’an dan hadis tentang globalisasi amat jelas: Sebuah tantangan yang harus dihadapi dengan penuh persiapan. Salah satu misi Nabi Muhammad SAW adalah untuk mentransformasikan umat manusia dari kungkungan fanatisme primordial menuju masyarakat global (ummah). Dengan demikian, globalisasi menjadi salah satu konsekuensi dan tantangan yang harus dihadapi. Islam sebagai sistem nilai untuk mewujudkan rahmat dan kasih sayang untuk semesta alam (rahmatan lil-‘alamin). Nilai-nilai ajaran Islam, selain harus melintasi batas-batas geografis juga harus lapis-lapis kultural. Indonesia Leaders Talk edisi ke 36 kali ini akan coba membahas “Membangun Islam Rahmatan Lil Alamin: Peluang dan Tantangan”

Narasumber

  1. Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., Cendekiawan Muslim.
  2. Mardani Ali Sera, Politisi PKS
  3. Rocky Gerung, Pengamat
ILT Edisi Ke-36: Membangun Islam Rahmatan Lil ‘Alamin: Peluang dan Tantangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *