#KultwitMardani: Ketegasan Pemerintah untuk Cegah Tsunami Covid seperti India oleh @mardanialisera (30/4/21)

Bismillah, meningkatnya kasus orang positif Covid-19 meski sudah divaksinasi jd warning keras. Vaksin Covid-19 memang menghasilkan antibodi, tp tidak sepenuhnya melindungi. Poin ini mesti dipahami. Kita tidak ingin seperti India, tp jika trs seperti ini bukan tdk mungkin kita mengalami hal serupa

Megerikan karena Covid-19 kembali mengoyak sistem kesehatan negara tsb. Kasus di sana kembali melonjak, hampir 20x lipat. Padahal di awal Februari 2021, India termasuk yg bisa mengendalikan Covid-19. Ditambah tergolong negara yg cepat dlm melakukan vaksin.

Meledaknya kasus di India tidak bisa dianggap remeh. Di negara tsb ada varian “double mutant” yg berasal dari 2 mutasi virus (E484K, dari Afsel dan L452R dari Amerika Serikat). Kedua varian yang punya mekanisme tidak terdeteksi antibodi manusia

Rem mesti segera ditarik, ingatkan lg bahwa pandemi masih panjang. Pemerintah harus keras untuk hal ini, tidak perlu kebijakan populis. Demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Kita bisa belajar dari New Zealand yg pernah menutup wilayah, ketat, menurunkan angka positif hingga zero bahkan ‘mengembalikan keseharian’ dan masih tetap aman. Namun hrs diiringi contoh yg diberikan pemimpin; tidak mengadakan / menghadiri pesta, menghindari peluang berkerumun dgn membagikan bantuan tanpa prokes, atau lainnya.

Larangan mudik yg pemerintah dengungkan pun nyatanya blm cukup ampuh utk menghentikan laju pergerakan masyarakat ke kampung halaman. Riset Balitbang Kemenhub menyatakan msh ada 7% (17 jt orang) yg tetap akan mudik meski pak @jokowi sdh mengumumkan larangan mudik

Kebijakan yg sdh tepat tp blm cukup. Jika tetap bepergian utk mengisi libur panjang akan percuma. Potensi kerumunan massa diberbagai tempat wisata perlu diantisipasi. Covid-19 tdk membedakan org yg mudik,jalan jarak jauh / yg melakukan perjalanan wisata

Perlu penegakan yg konsisten pada tingkat lapangan, hal yg kerap jd kelemahan pemerintah. Disini perlu koordinasi antarinstansi terkait (Polri,Pom TNI,Kemenkes,Kemenhub & Pemda). Lalu mekanisme reward & punishment bisa diterapkan krn larangan mudik jg berlaku bagi ASN/BUMN/BUMD.

Terakhir, masyarakat perlu ambil bagian untuk menukung upaya menekan Covid-19. Jgn ada lg kasus seperti WNI dari India yg menyuap oknum petugas bandara agar tdk perlu karantina 14 hari sampai tes antigen bekas. Tindakan keterlaluan disaat negara&warga berjuang keras melawan pandemi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s