Bismillah, kejadian mengerikan jika data BPJS Kesehatan bocor, dampak yg dihasilkan luar biasa krn meliputi data yg lengkap & jumlah data yg lbh banyak. Dgn sentralisasi data akibat penerapan e-KTP, konsekuensinya sistem keamanan database seharusnya makin kuat

Kasus ini cermin lemahnya perlindungan data pribadi. Sekaligus kian menegaskan pentingnya menyelesaikan RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP), karena belum ada UU yang mengatur pengamanan data tsb.

Perlu diingat, data pribadi saat ini sudah jadi komoditas strategis baik oleh publik, swasta maupun pemerintah sendiri. Teknologi digital pun sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari2 yang tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 makin mempercepat transformasi digital masyarakat. Sudah ada 202,6 juta jiwa masyarakat Indonesia yg menggunakan internet, naik 27 juta jiwa jika dibandingkan pada Januari 2020 (We Are Social, Digital 2021)

Data ini perlu diperhatikan krn kunci dari transformasi digital adalah keamanan data. Ini erat kaitannya dengan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap layanan yg ditawarkan. Hrs dipikirkan bgmn kebocoran data tdk terulang lg, PR besar BPJS Kesehatan. Teringat kasus yg menimpa Facebook, sampai meminta maaf ke senat atas potensi kebocoran dari aplikasinya.

Terakhir, harus ditelusuri dimana letak kebocoran atau modus operandinya. Karena mengetahui modus membuat kita dapat memperbaiki sistem keamanan data kita untuk ke depannya. Semua harus bertanggung jawab dan menjadikan ini sebagai pelajaran untuk perbaikan ke depan. Pelaku juga harus diberi hukuman jika ada unsur kesengajaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *