Indonesia Leaders Talk Edisi Ke-53: Olimpiade dan Kebesaran Bangsa

ILT Ke-53: Olimpiade dan Kebesaran Bangsa

Pertandingan Olimpiade adalah ajang olahraga internasional terbesar dan tertua yang selalu dinantikan oleh para atlet di seluruh dunia. Selain untuk mempertunjukkan kebolehan mereka dalam berbagai cabang olahraga, Olimpiade juga merupakan ajang pembuktian sebuah kebesaran bangsa dalam bidang olahraga dan kualitas sumber daya manusia. Olimpiade kuno sudah dilakukan oleh bangsa yunani sejak 776 SM. Namun, Olimpiade kuno merupakan ajang olahraga atletik yang dibalut ritual keagamaan, bertujuan menghormati dewa Zeus yang berasal dari Gunung Olympia atau Olympus. Pada awal mulanya, Olimpiade menampilkan olahraga berjenis atletik sebagai kompetisi olahraga utama dan kompetisi olahraga pertempuran seperti gulat, pankration, pacuan kuda dan balap kereta perang.

Kejayaan atau kebesaran suatu negara di Olimpiade tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Di dalam olahraga, terdapat suatu nilai-nilai fundamental yang sangat penting sebagai pondasi terciptanya tatanan masyarakat. Nilai-nilai tersebut antara lain adalah kerjasama,komunikasi, taat pada aturan, pemecahan masalah, pemahaman/pengertian, peduli pada sesama, menghargai usaha, disiplin, bagaimana menyikapi kemenangan dan kekalahan,mengelola kompetisi, sportif, berbagi tanggung jawab. Dengan hadirnya olahraga dalam tatanan masyarakat, olahraga mampu menjadi wadah pembinaan dan pembentukan karakter SDM yang berkualitas.

Menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana peranan negara memajukan olahraga di Indonesia? Dimulai dari peraturan perundang-undangan, pemerintah telah merumuskan pelbagai kebijakan seperti UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Yang terbaru, pemerintah telah menyelesaikan Grand Design Olahraga Nasional 2020-2045 demi terus memperbaiki capaian prestasi atlet dan me-review kembali pola pembinaan atlet nasional.

Akan tetapi, untuk mengimplementasi kebijakan tersebut diperlukan anggaran yang cukup dan alokasi anggaran yang tepat. Disinilah letak persoalannya. Selama ini pemerintah hanya mengalokasikan anggaran untuk pembinaan olahraga sekitar 0,03 persen dari APBN. Angka tersebut jauh lebih kecil dari Singapura yang memberikan dana hingga 4% dari total anggaran negara mereka. Selain itu, evaluasi untuk ajang olimpiade selanjutnya, pemerintah tidak hanya mengandalkan 1 – 2 cabor andalan saja yang memberikan medali dan yang populer seperti badminton atau cabang angkat besi. Diperlukan perluasan basis cabor lain sehingga kita dapat mengirim lebih banyak delegasi diajang Olimpiade.

Usainya ajang Olimpiade Tokyo 2020, bagi delegasi Indonesia, telah berhasil memperoleh 5 medali dengan rincian 1 emas dan 1 perunggu dari cabor bulutangkis, dan 1 perak dan 2 perunggu dari cabor angkat besi. Kita berharap di Olimpiade selanjutnya Indonesia dapat memajukan olahraga nasional dan mengirim lebih banyak delegasi dari cabor berbeda. Oleh karena itu, Indonesia Leaders Talk kali ini membahas tema “Olimpiade dan Kebesaran Bangsa”

Narasumber
(1) Kurniawan Dwi Y. (Mantan Atlet Timnas Indonesia)
(2) Mardani Ali Sera (Politisi PKS)
(3) Rocky Gerung (Pengamat)

Moderator: Haldi Panjaitan

ILT Ke-53: Olimpiade dan Kebesaran Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *