#KultwitMardani: Banyak yang layak, mengapa Mantan Koruptor jadi Penyuluh? oleh @mardanialisera (24/8/21)

Bismillah, KPK berencana menggandeng napi koruptor untuk penyuluhan anti korupsi. Program yg amat ironis jika melihat yang KPK lakukan terhadap pegawainya, seperti nasib 75 pegawai KPK yg disingkirkan melalui TWK. Ketika pegawai2 tsb “divonis” tidak bisa diperbaiki, tp koruptor justru sebaliknya.

Definisi kejahatan korupsi yang jelas2 kejahatan luar biasa jadi dipandang biasa saja. Belum lagi serangkaian remisi kepada koruptor yang diberikan pemerintah. Kian suram agenda pemberantasan korupsi di negeri ini.

Salah kaprah sepertinya pendekatan pendidikan antikorupsi yang KPK lakukan. Tidak ada kaitannya dengan upaya pencegahan tindak pidana korupsi, terutama jika dilihat dari aspek psikologis. Karena korupsi merupakan bentuk kejahatan sistematis & struktural. Sehingga siapa pun bisa berbuat jika sistem negara lemah

Program yg seakan2 menempatkan koruptor sebagai korban, padahal mereka merupakan bagian dari kejahatan elite yg didominasi mafia politik, peradilan & dari demokrasi yg transaksional. Siapa yang sebenarnya menjadi korban dari kejahatan korupsi?

Publik, yang mestinya mendapatkan pelayanan dari negara tapi kerap tidak mendapatkannya. Seperti kasus korupsi bansos Covid-19, banyak masyarakat yang tidak bisa menerima bansos Covid-19 yang layak

Apakah KPK lupa nilai2 yang diperjuangkan selama ini? Integritas, independensi sampai transparansi dalam pemberantasan korupsi. Agenda pelibatan koruptor amat kontradiktif dengan nilai2 tsb. Jangan justru memberikan panggung kepada para koruptor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *