Indonesia Leaders Talk Edisi Ke-64: Kepemimpinan Ala Nabi Saat Ini, Adakah?

ILT Edisi Ke-64: Kepemimpinan Ala Nabi Saat Ini, Adakah?

Rasulullah diutus oleh Allah mempunyai satu risalah yang sempurna. Risalah inipun
hendaklah ditunaikan dengan sempurna, dan menjadi bekal hidup manusia. Islam sebagai
rahmatan lil’alamin memang datang untuk membawa rahmat bagi seluruh alam tanpa terkecuali.
Sebagai seorang pemimpin umat Islam, Rasulullah memiliki pola kepemimpinan yang dapat
diterima oleh seluruh masyarakat yang multi etnis, multi ras dan multi agama. Pada periode
kepemimpinannya di Madinah Rasulullah berhadapan dengan masyarakat yang heterogen. Salah
satu peristiwa sejarah tentang betapa hebatnya kepemimpinan Rasulullah yakni pada saat
hijrahnya umat islam dari Makkah ke Madinah. Tibanya Madinah, kaum muslim yang terdiri atas
golongan muhajirin dan ashar, diharuskan oleh Rasulullah berinteraksi dan hidup berdampingan
dengan kelompok masyarakat majemuk lainnya yang terdiri dari orang-orang nasrani, yahudi,
dll.

Kepemimpinan Rasulullah, selaku seorang pemimpin dimulai dari bawah sampai atas dan
segala penjuru dari berbagai budaya menjadi satu masyarakat yang beriman dan bertakwa. Sifat
demokratis kepemimpinan ditunjukkan pula oleh sikap beliau yang terbuka terhadap kritik dan
mendengar pendapat serta saran dari orang lain. Sikap keterbukaan Rasulullah terhadap kritik
dapat dibuktikan pada peristiwa; “pernah sahabat mengkritik tentang pembagian harta ghanimah
dari salah satu peperangan yang terjadi”. Rasulullah menerima kritik tersebut dengan dada
lapang, meskipun itu tidak benar”. Sikap mau menerima kritik dan saran dari orang lain
ditunjukkan dengan hadits “terimalah nasehat walaupun datangnya dari seorang budak hitam”.

Apabila kita melihat era saat ini, memasuki 2 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf,
masih banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi. Saat ini kepemimpinan Jokowi sedang
benar-benar diuji menghadapi kondisi krisis, seperti saat pandemi COVID-19 saat ini. Sejak
tahun 2020, sebanyak 4,24 juta orang telah terpapar COVID-19 dan menelan 143 ribu korban
jiwa. Di Tengah krisis pandemi seperti saat ini, pemimpinlah yang menjadi satu-satunya pemberi
harapan. Sehingga kita sebagai bangsa yang besar tidak terjerumus ke dalam keputusasaan.

Dalam nilai-nilai demokratis, selama 2 tahun Jokowi-Ma’ruf memimpin kebebasan
berekspresi dan berbicara yang merupakan elemen vital dari demokrasi mengalami persepsi yang
buruk. Berdasarkan survei Indikator, 69,6 persen responden menyatakan bahwa warga semaki
takut menyatakan pendapat. Banyaknya kasus-kasus pemberangusan kebebasan berekspresi
seperti penghapusan mural, pelaporan aktivis dan masyarakat dengan UU ITE, menjadi alasan
mengapa indeks demokrasi Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Merayakan kelahiran Rasulullah suatu hal yang kita harus pelajari dan terapkan adalah
kesempurnaan sifat kepemimpinan beliau dalam memanusiakan manusia, bukan hanya kepada
orang islam tetapi juga seluruh agama. Suri tauladan Rasulullah sudah seharusnya
diimplementasikan oleh para pejabat dan pemimpin negeri ini, terlebih khusus ketika kita saat ini
sedang masuk kedalam masa-masa krisis. Oleh karena itu, Indonesia Leaders Talk kali ini
membahas tema “Kepemimpinan Ala Nabi saat ini, Adakah?

Narasumber
(1) Haikal Hassan (Pendakwah, Pakar Sejarah Islam)
(2) Jazilul Fawaid (Wakil Ketua MPR RI, Wakil Ketua PWNU DKI, Ketua Ikatan Alumni
Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta)
(3) Mardani Ali Sera (Politisi PKS)
(4) Rocky Gerung (Pengamat)

ILT Edisi Ke-64: Kepemimpinan Ala Nabi Saat Ini, Adakah?

One thought on “Indonesia Leaders Talk Edisi Ke-64: Kepemimpinan Ala Nabi Saat Ini, Adakah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *