Indonesia Leaders Talk Edisi Ke-74: Jujurly, Milenial otw Feodal?

ILT Edisi Ke-74: Jujurly Milenial otw Feodal?

Sudah lebih dari dua dekade silam, Indonesia telah memasuki era reformasi dimana peran
sipil semakin diperkuat, kebebasan individu diperluas, dan penghormatan atas Hak Asasi
Manusia (HAM) dijunjung. Namun apakah memasuki era modern seperti saat ini kita mampu
terlepas dari penyakit lama kita yakni feodalisme? Pahitnya menjawab pertanyaan tersebut harus
dikatakan bahwa, secara kultur-politis, Indonesia salah satu negara yang masih didominasi oleh
kultur feodalisme, meski negara ini bukanlah negara feodal.
Dua dekade silam, Indonesia telah keluar dari salah satu rezim feodal yang amat sangat
kuat berkuasa. Kala itu, era orde baru, Indonesia terkenang sebagai negara yang sarat akan kasus
korupsi, nepotisme, dan pembatasan wewenang masyarakat sipil. Dibawah pimpinan Jenderal
besar Soeharto, pembagian kekuasaan tidak dipegang oleh tatanan sipil, melainkan amat
didominasi oleh segelintir elit yang dekat dengan kekuasaan.
Dalam budaya feodalisme, mereka menempati posisi yang lebih berkuasa atas segala
tindakan. Meski sering memprioritaskan kehendak pribadi yang menguntungkan bagi diri
sendiri, tidak untuk yang lain. Dan pengistimewaan adalah sebuah keharusan yang wajib
dilakukan kepada mereka. Yang semua itu bermuara pada satu pernyataan: menolak kesetaraan.
Golongan elite menjadi orang yang harus dihormati, dipuja, disegani, dan dijunjung
tinggi. Meski kepribadiannya tidak memiliki integritas, kapabilitas, dan kualitas yang mumpuni.
Sebagai masyarakat kelas bawah yang memiliki kualitas pendidikan yang tinggi, cakap, dan
mempunyai nilai profesionalitas kepribadian yang mapanā€”tetaplah berada satu tingkat di bawah
mereka. Patuh, tunduk, dan wajib mengiyakan segala permintaan yang seringkali jauh dari nilai
kemanusiaan dan keadilan. Budaya tersebut tentu telah membunuh hak manusia sebagai
manusia. Sebab memandang rendah manusia lainnya. Nasab atau kedudukan, menjadi tolok ukur
yang mengalahkan segalanya.
Budaya seperti inilah yang melekat pada masyarakat kita dan sayangnya kita teruskan
hingga zaman modern saat ini. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena alat yang dapat kita gunakan
untuk membasmi feodalisme, sayangnya juga telah terpapar dengan penyakit tersebut.
Pendidikan di Indonesia yang diharapkan mampu membawa kita keluar dari jurang feodalistik,
justru telah lama jatuh ke jurang tersebut.
Dalam dunia pendidikan kita saat ini, fenomena feodalistik dalam kita saksikan jelas,
seperti fenomena guru atau dosen yang menghalangi muridnya untuk bebas mendapatkan
pengetahuan. Beberapa tempat misalnya membubarkan diskusi dan pemberangusan kebebasan
akademik merajalela. Misalnya pembungkaman Pers Mahasiswa, belum lagi penyitaan buku,
pembatasan buku bacaan mahasiswa, pemberian sanksi dan nilai buruk, bahkan drop out untuk
mahasiswa atau siswa yang menyampaikan pikirannya di dalam kelas-kelas. Kampus yang
semestinya menjadi ruang penampung segala macam pikiran, gagasan, dan ide untuk diuji dan
diperdebatkan, saat ini malah tidak demikian.
Demikian mengapa feodalisme masih menjadi penyakit yang masih dibawa hingga kini.
Ini semua dikarenakan pendidikan kita yang seharusnya mengajarkan untuk kritis, skeptis, dan
terbuka, justru terkekang dan tercemarkan oleh budaya-budaya feodalistik. Oleh karena itu
Indonesia Leaders Talk edisi kali ini akan membahas seputar “Jujurly, Milenial Otw Feodal?”

Narasumber:
(1) Hurriyah (Dosen FISIP UI, Akademisi Milenial)
(2) M. Rodli Kaelani (Sekjend Garda Bangsa, Politisi Milenial)
(3) Mardani Ali Sera (Politisi PKS)
(4) Rocky Gerung (Pengamat)

šŸ”“Live Streaming
Youtube: Mardani Ali Sera
https://m.youtube.com/channel/UCaY27xawY-pUxFExWMH1VAg

Facebook:
https://www.facebook.com/MardaniAliSera

Direlay akun PKSejahtera, PKSTV, RasilTV dan Radio Rasil 720 AM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *