Indonesia Leaders Talk Edisi Ke-76: KPK akankah Mengusut Potensi Korupsi Anak Penguasa?

ILT Edisi Ke-76: KPK akankah Mengusut Potensi Korupsi Anak Penguasa?

Meski telah disadari praktik korupsi merupakan “extraordinary crime”, ancaman laten
keberlangsungan pembangunan negeri ini, sayangnya upaya pemberantasan korupsi masih
terjebak dalam labirin tak berujung. Betapa tidak, genderang perang terhadap korupsi telah
ditabuh, namun semua institusi negara tidak ada yang mampu sepenuhnya menghindar dari
isapan rayap penyalahgunaan kuasa ini yang bernama “korupsi”. Boleh jadi, sekalipun di luar
nampak terlihat utuh, bukan tidak mungkin tiang-tiang telah keropos digigit oleh oknum-oknum
koruptif. Mengingat bahayanya korupsi mengancam seluruh kehidupan negara, upaya
pemberantasan korupsi bukan hanya berasal dari suatu lembaga institusi negara melainkan
internalisasi nilai anti-korupsi yang kokoh di dalam pejabat publik.
Melemahnya iklim pemberantasan korupsi di Indonesia tergambarkan dalam riset
Transparency International (TI) yang menemukan bahwa Indeks Persepsi Korupsi (IPK)
Indonesia tahun 2020 merosot tajam, baik dari segi skor maupun peringkat. Singkatnya, sebelum
UU KPK direvisi, Indonesia berada pada peringkat 85 dunia dengan skor IPK 40. Namun
semuanya berubah setelah revisi UU KPK dilakukan. Citra Indonesia di mata dunia semakin
memburuk dengan turunnya peringkat menjadi 102 dan degradasi skor tiga poin menjadi 37. IPK
ini tentunya dapat mencerminkan bahwa arah politik hukum semakin menjauh dari penguatan
pemberantasan korupsi.
Berselang satu minggu, ruang publik telah ramai dengan huru-hara korupsi yang
mewarnai media massa. Mulai dari kasus korupsi kepala daerah, BUMN, hingga pelaporan
dugaan kasus korupsi dua putra Presiden, Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Keduanya
dilaporkan oleh Ubedillah Badrun, Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dengan dugaan
KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.
Menurut Ubaedillah, Kedua Putra Presiden dan anak petinggi PT SM telah melakukan suntikan
dana penyertaan modal yang merupakan tersangka pembakaran hutan. Ubaedillah juga
mempertanyakan anak presiden bisa membeli saham di sebuah perusahaan dengan angka yang
juga cukup fantastis (Rp 92 miliar).
Akankah KPK mengusut kasus ini lebih dalam lagi? Atau justru diam lantaran terlapor
merupakan anak penguasa? Mampu dan maukah melakukan extra ordinary action, baik KPK
maupun penguasa, dengan di antaranya ‘pembuktian terbalik’ bahwa sumber dana tsb adalah sah
dan legal. Tentunya inilah saatnya bagi KPK untuk betul-betul menunjukkan integritasnya
sebagai lembaga anti-rasuah yang independen dan terbebas dari pengaruh-pengaruh eksternal.
Oleh karena itu, Indonesia Leaders Talk Kali ini akan membahas seputar “KPK akankah
Mengusut Potensi Korupsi Anak Penguasa?

Narasumber
(1) Feri Amsari (Direktur Pusat Studi Konstitusi)
(2) Bivitri Susanti (Pendiri PSHK)
(3) Mardani Ali Sera (Politisi PKS)
(4) Rocky Gerung (Pengamat)

Jumat, 14 Januari 2022
Pukul 20.00 – 22.00

🔴Live Streaming
Youtube: Mardani Ali Sera
https://m.youtube.com/channel/UCaY27xawY-pUxFExWMH1VAg

Facebook:
https://www.facebook.com/MardaniAliSera

Direlay akun PKSejahtera, PKSTV, RasilTV dan Radio Rasil 720 AM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *